Breaking News
Loading...
Kamis, 19 Desember 2013

KH. MAIMOEN ZUBAIR مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ. قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِن زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاء لِلَّهِ مِن دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَداً بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ * قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

 

"Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar". Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim. Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al-Jumu’ah :5-8).

 

Allah menurunkan kitab Taurat kepada orang Yahudi. Mereka membaca kitab tersebut dan mengerti apa yang ada di dalamnya. Namun, mereka tidak mau menjalankan apa yang ada dalam kitab tersebut. Seperti menjalankan sesuatu yang ada kaitannya dengan akan datangnya Nabi Akhir Zaman. Mereka mendustakan Nabi Muhammad Saw padahal ciri-ciri untuk Nabi Akhir Zaman ini sudah jelas ada dalam kitab Taurat yang mereka baca.

Ciri-ciri Nabi Akhir Zaman yaitu dia dilahirkan di kota Makkah. Hijrah ke kota Madinah yang kemudian kekuasaannya membentang sampai di kota Syam. Syam meliputi Damaskus, Yordonia dan Palestina.

 

Karena keingkaran kaum Yahudi terhadap Rasulullah Saw padahal bukti kerasulan sudah jelas, hal ini membuat mereka diibaratkan seperti binatang Himar yang membawa kitab. Dalam hal ini Allah menghinakan mereka dengan sebuah perumpamaan Himar. Himar adalah binatang yang sangat bodoh sekali bila dibandingkan dengan binatang yang lainnya seperti kuda dan onta.

 

Sebelum Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah, orang-orang Yahudi dari belahan dunia berbondong-bondong datang ke kota Madinah untuk menyambut datangnya Nabi Akhir Zaman. Dengan datangnya kaum Yahudi ini, membuat kota Madinah menjadi maju dalam segi perekonomian. Karena sebelumnya, penduduk Madinah adalah kaum yang miskin seperti halnya Bani Najjar yang masih ada hubungan kerabat dengan Nabi Muhammad Saw.

 

Datangnya kaum Yahudi ada juga dampak negatifnya. Dengan datangnya bangsa Yahudi ini membuat kesengsaraan bagi penduduk asli Madinah sebab mereka terjajah perekonomiannya. Itulah kaum Yahudi, kedatangannya membawa dua dampak, positif dan negative. Positif dalam membawa kemajuan perekonomian dan negative dalam membawa kesensaraan.

 

Dampak positif yang dibawa kaum Yahudi untuk penduduk Madinah selain dalam segi memajukan perekonomian penduduk Madinah, mereka juga dapat mendamaikan perselisihan yang terjadi antara suku Aus dan Khajraz. Kedua kelompok ini sering sekali bertikai sebelum datangnya bangsa Yahudi ke Madinah.

 

Ironisnya, dari semua kebaikan bangsa Yahudi, tatkala Nabi Muhammad Saw sudah tiba di Madinah, mereka mengingkari kebenaran Rasulullah Saw dan risalah yang dibawanya kecuali hanya segelintir orang dari mereka. Hal ini disebabkan karena kedengkian yang ada dalam hatinya karena kebanyakan orang-orang yang masuk Islam adalah orang-orang desa. Seperti Abu Bakar, Abu Dzar al-Ghifari. Di samping itu mereka juga merasa kecewa karena mereka tidak dijadikan pemimpin bagi kaum muslimin.

 

Contoh kaum Yahudi yang masuk Islam adalah Abdullah bin Salim dan Sofyah, istri Rasulullah Saw. Adapun Ka’ab bin Akhbar, meskipun dia itu mengetahui kalau Nabi Muhammad Saw adalah Nabi Akhir Zaman sesuai dengan Taurat, namun dia tidak mau masuk Islam terlebih dahulu. Dia menunggu ciri-ciri terakhir dari Nabi Muhammad Saw ini. Ciri-ciri tersebut yaitu jatuhnya negeri Syam di tangan kaum muslimin yang terjadi pada masa Umar bin Khattab. Ketika kota Syam sudah jatuh ke tangan umat Islam, maka Ka’ab baru masuk Islam. Inilah ciri-ciri yang ada dalam kitab Taurat yang menyebutkan bahwa kerajaan Islam akan menjulang ke negeri Syam.

 

مولده بمكة، وهجرته بالمدينة، وسلطانه بالشام

 

“Lahirnya di kota Makkah, hijrahnya di kota Madinah dan kekuasaannya menjulang sampai ke daerah Syam.”

 

Negeri Syam maju juga akibat dari jasanya orang Yahudi yang bertempat tinggal di sana. Mereka telah diusir oleh khalifah Umar bin Khattab dari Madinah. Pengusiran selalu saja terjadi untuk kaum Yahudi dampak negatif yang dibawanya. Kaum Yahudi memanglah bangsa yang kuat. Meskipun sering diusir dari tempat yang satu ke tempat yang lain, kaum Yahudi dapat membangun kekuatannya lagi. Ibarat kekuatan kaum Yahudi, jika ada orang Arab yang jumlahnya dua juta melawan orang Yahudi yang berjumlah empat ribu, maka bangsa Arab akan kalang kabut. Seperti tikus ketika melihat kucing. Akan tetapi, Yahudi itu kaumnya sulit untuk bertambah. Ketika hendak bertambah terjadilah pengurangan. Kenyataan ini terjadi saat mereka berada di Jerman. Tatkala bangsa Yahudi jumlahnya banyak, mereka dibantai habis-habisan oleh Hitler di saat ada Perang Dunia.

 

Orang Yahudi itu takut akan kematian. Mereka menyangka dialah kekasih Allah. Akan tetapi, jika ajal akan tiba, mereka tidak mempersiapkan bekalnya. Mereka tidak menginginkan kematian. Mereka ingin umurnya dipanjangkan oleh Allah sehingga bisa hidup lama dalam menikmati dunia. Mereka juga ingin rizki yang luas. Padahal siat-sifat kekasih Allah ketika ajal sudah mendekati, mereka mengharap bertemu dengan Allah lewat kematian tadi. Orang mukmin yang semacam ini akan dihibur oleh Allah dengan datangnya Malaikat yang akan menghiburnya dalam detik-detik kematian. Malaikat tersebut memberi kabar gembira dari Allah Yang Maha Kuasa.

 

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

 

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS : Fushshilat : 30).

Malaikat tadi memberi kabar akan adanya surga yang sudah dijanjikan oleh Allah bagi hamba-Nya yang beriman. Merekalah kekasih Allah yang mencari negeri akhirat dibandingkan dengan negeri dunia. Sehingga, tidak mengherankan karena mencari negeri akhirat ada wali Allah yang menjauh dari keramaian manusia seperti yang telah terjadi pada Imam As-Syadzili. Beliau adalah salah satu ulama ahli Tarekat yang makamnya pernah diziarahi oleh Syaikhina Maimoen Zubair.

Sarang, 26 Desember 2012.

Catatan : Artikel ini disarikan dari pengajian tafsir Syaikhina Maimoen Zubair dengan materi surat al-Jumu’ah ayat 5-8.

0 komentar:

Posting Komentar